
PROKOMPIM KAB. CIREBON, Sumber – Pemerintah membuka Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Cirebon sebagai upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan kelompok rentan. Open House sekolah yang berlokasi di Kelurahan Kaliwadas, Kecamatan Sumber, digelar Jumat (31/7/2026) sebagai penanda dimulainya operasional sekolah tersebut.
Bupati Cirebon H. Imron mengatakan, Sekolah Rakyat merupakan bentuk investasi pemerintah dalam membangun sumber daya manusia menuju Indonesia Emas. Pada tahun ajaran perdana, sekolah tersebut menerima 270 siswa yang terdiri atas 90 siswa jenjang SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA.
Selain berasal dari Kabupaten Cirebon, sejumlah siswa juga berasal dari Kabupaten Kuningan, Kota Cirebon, dan Kabupaten Majalengka.
“Anak-anak ini adalah generasi penerus bangsa. Mereka merupakan anak-anak pilihan dan dibimbing oleh guru-guru pilihan. Jika berprestasi, mereka memiliki peluang melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi,” kata Imron.
Menurutnya, kehadiran Sekolah Rakyat diharapkan menjadi jalan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan yang layak sekaligus meningkatkan kualitas hidup mereka di masa depan.
Sementara itu, Direktur Rehabilitasi Sosial dan Lanjut Usia Kementerian Sosial RI, Suratna, mengatakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) diundur hingga 15 Agustus 2026. Keputusan tersebut diambil setelah hasil uji coba menginap menunjukkan masih terdapat sejumlah fasilitas yang perlu disempurnakan agar siswa dapat tinggal dengan aman dan nyaman di lingkungan sekolah berasrama.
“Hasil percobaan menginap masih menunjukkan adanya ketidaknyamanan, terutama sirkulasi udara karena beberapa pembangunan masih berlangsung. Karena itu MPLS diundur menjadi 15 Agustus,” ujarnya.
Selain menyelesaikan pembangunan fisik, kata Suratna, Kementerian Sosial juga melakukan asesmen psikodinamik terhadap seluruh calon siswa. Hasil asesmen tersebut menjadi dasar dalam penempatan kelas maupun asrama agar peserta didik lebih mudah beradaptasi.
“Kami ingin anak-anak belajar dalam kondisi nyaman. Penempatan kelas maupun asrama juga disesuaikan dengan hasil asesmen sehingga mereka lebih cepat beradaptasi,” katanya.
Ia menambahkan, sesuai arahan Menteri Sosial Saifullah Yusuf, pelaksanaan MPLS dilakukan secara bertahap untuk memastikan seluruh fasilitas, mulai dari asrama, air bersih, sanitasi hingga sarana pendukung lainnya, benar-benar siap digunakan.
Pada kesempatan itu, Suratna juga mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan ramah anak dengan mencegah terjadinya perundungan, kekerasan, maupun intoleransi selama proses pembelajaran berlangsung.
Salah seorang orang tua siswa, Salim, mengaku bersyukur anaknya diterima di Sekolah Rakyat. Pria yang bekerja sebagai pemulung itu berharap pendidikan yang diterima putranya dapat mengubah masa depan keluarga.
“Untuk makan sehari-hari saja kami sering kesulitan. Saya bersyukur anak saya mendapat kesempatan sekolah di sini. Mudah-mudahan masa depannya menjadi lebih baik,” ujarnya.