{"id":820,"date":"2025-11-21T12:00:00","date_gmt":"2025-11-21T12:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/prokompim.cirebonkab.go.id\/?p=820"},"modified":"2025-11-24T01:54:06","modified_gmt":"2025-11-24T01:54:06","slug":"pemkab-cirebon-gerak-cepat-desa-mekarsari-dan-gunungsari-bakal-punya-tiga-pintu-air","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/prokompim.cirebonkab.go.id\/?p=820","title":{"rendered":"Pemkab Cirebon Gerak Cepat, Desa Mekarsari dan Gunungsari Bakal Punya Tiga Pintu Air"},"content":{"rendered":"<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"alignleft size-large is-resized\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/prokompim.cirebonkab.go.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/WhatsApp-Image-2025-11-21-at-17.24.49-1-1024x683.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-817\" style=\"width:401px;height:auto\"\/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p><strong><em>PROKOMPIM KAB. CIREBON<\/em><\/strong> \u2013 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk\u2013Cisanggarung (Cimancis) turun langsung meninjau lokasi banjir yang kembali merendam wilayah Kecamatan Waled, khususnya Desa Mekarsari dan Desa Gunung Sari. Peninjauan dilakukan Wakil Bupati Cirebon, H. Agus Kurniawan Budiman, didampingi Kepala BBWS Cimancis, Dwi Agus Kuncoro, dan Forkopimda Kabupaten Cirebon, pada Jum&#8217;at (21\/11\/2025).<\/p>\n\n\n\n<p>\u200e\u200eDalam kunjungan tersebut, Pemkab Cirebon juga menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak banjir. Jigus sapaan akrab Wakil Bupati Cirebon menegaskan pemerintah daerah kini bergerak cepat untuk mencari solusi permanen, mengingat kedua desa tersebut mengalami banjir berulang sepanjang tahun.<\/p>\n\n\n\n<p>\u200e\u200e\u201cSaya mewakili Pak Bupati, mengakhiri pemerintah daerah Kabupaten Cirebon dan didampingi juga oleh Pak Kepala Balai dari BBWS. Kita hari ini meninjau terjadinya banjir, terutama di Kecamatan Waled, dua desa Mekarsari dan Gunung Sari. Dan tadi juga kami dari pemerintah daerah memberikan bantuan kepada masyarakat sekitar yang terdampak banjir yaitu di dua desa tersebut,\u201d ujar Jigus.<\/p>\n\n\n\n<p>\u200e\u200eMenurutnya, diskusi intens dilakukan bersama Kuwu dan tokoh masyarakat untuk merumuskan langkah teknis yang bisa memperkecil risiko banjir. Dari hasil tinjauan lapangan, dua solusi sementara disepakati bersama BBWS.<\/p>\n\n\n\n<p>\u200e\u200e\u201cYang pertama yaitu akan dibuatkan pintu air tiga titik di Gunung Sari. Mudah-mudahan nanti akan cepat direalisasi,\u201d kata Jigus.<\/p>\n\n\n\n<p>\u200e\u200eSolusi kedua adalah pembuatan sodetan dari Mekarsari ke Kali Pembuang Putat agar aliran air bisa dialirkan menuju Sungai Ciberes.<\/p>\n\n\n\n<p>\u200e\u200e\u201cSupaya meminimalisasi banjir yang ada di dua desa tersebut. Karena tadi setelah nanya ke warga itu satu tahun sekitar 30 sampai 35 kali banjir di dua desa ini. Mudah-mudahan ke depan nanti dengan adanya solusi ini bisa mengurangi tensi banjir khususnya yang ada di dua desa ini,\u201d jelasnya Jigus.<\/p>\n\n\n\n<p>\u200e\u200eJigus menambahkan, kondisi wilayah Mekarsari dan Gunung Sari yang berbentuk cekungan membuat air sulit surut jika tidak ada saluran pembuang yang memadai.<\/p>\n\n\n\n<p>\u200e\u200e\u201cPosisinya di dua desa ini seperti piring, cekungan. Jadi ketika banjir, kalau ada saluran pembuang air, insya Allah mungkin tidak akan lama tergenang,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u200e\u200eTerkait waktu realisasi, Jigus menyampaikan pembangunan pintu air menjadi kewenangan BBWS. Namun untuk sodetan, pemerintah desa bersama warga masih perlu bermusyawarah karena menyangkut penggunaan lahan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p>\u200e\u200eSementara itu, Kepala BBWS Cimancis, Dwi Agus Kuncoro, memastikan pemasangan pintu klep di tiga titik akan dilakukan sesegera mungkin.<\/p>\n\n\n\n<p>\u200e\u200e\u201cYa, tadi dengan Pak Wabup dan Camat serta para kuwu, ada tiga titik kan, nanti ada kita pasang pintu klep, ya secepatnya. Paling lambat mungkin di awal 2026 lah ya. Kita pesan dulu pintunya kalau diukur dulu sesuai dengan dimensinya,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u200e\u200eUntuk pembuatan sodetan, BBWS menunggu kepastian status lahan. Setelah tanah dinyatakan clear, alat berat akan segera diturunkan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u200e\u200e\u201cSelanjutnya untuk sodetan, intinya adalah BBWS menunggu status tanahnya clear dulu. Kalau sudah clear, nanti BBWS akan mengarahkan alat berat untuk melakukan sodetan dan juga beberapa tempat yang bisa dibuat kolam retensi. Kita buat kolam retensi untuk tampungan sementara, yang nanti ujungnya juga ke Sungai Ciberes,\u201d jelas Dwi Agus.<\/p>\n\n\n\n<p>\u200e\u200eDwi Agus menerangkan, sodetan direncanakan sepanjang 1,5 kilometer, membelah aliran dari Sungai Cipancak (Lebak Putat) menuju Ciberes. Jika dalam jalur tersebut terdapat cekungan yang berpotensi dimanfaatkan, BBWS akan membangun kolam retensi tambahan untuk memperlambat debit air masuk.<\/p>\n\n\n\n<p>\u200e\u200e\u201cDari Sungai Cipancak, Lebak Putat ke Ciberes itu 1,5 kilometer rencananya. Tapi kami nunggu clear tanahnya dulu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u200e\u200eSelain itu, BBWS juga terus melakukan normalisasi Sungai Ciberes secara bertahap, dari wilayah Cangkuang hingga Gebang yang membentang sekitar 28 kilometer. Pekerjaan dilakukan secara bertahap karena membutuhkan biaya besar.<\/p>\n\n\n\n<p>\u200e\u200e\u201cKita normalisasi bertahap karena ini butuh biaya besar. Kami mengamankan sungai utamanya dulu. Kemarin penyebab banjirnya kan Sungai Lebak Putat, itu anak sungainya. Ini yang kita sudet supaya air tidak terkonsentrasi di Mekarsari,\u201d Pungkas Dwi Agus.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PROKOMPIM KAB. CIREBON \u2013 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk\u2013Cisanggarung (Cimancis) turun langsung meninjau lokasi banjir yang kembali merendam wilayah Kecamatan Waled, khususnya Desa Mekarsari dan Desa Gunung Sari. Peninjauan dilakukan Wakil Bupati Cirebon, H. Agus Kurniawan Budiman, didampingi Kepala BBWS Cimancis, Dwi Agus Kuncoro, dan Forkopimda Kabupaten Cirebon, pada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":817,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-820","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/prokompim.cirebonkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/820","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/prokompim.cirebonkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/prokompim.cirebonkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/prokompim.cirebonkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/prokompim.cirebonkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=820"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/prokompim.cirebonkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/820\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":821,"href":"https:\/\/prokompim.cirebonkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/820\/revisions\/821"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/prokompim.cirebonkab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/817"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/prokompim.cirebonkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=820"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/prokompim.cirebonkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=820"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/prokompim.cirebonkab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=820"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}